Cybersecurity 9 September 2026 5 menit baca

SOC as a Service: Monitoring Keamanan 24/7

Kenali SOC as a Service, manfaat monitoring 24/7, cara kerja SIEM, Cybrion, estimasi biaya, serta perbandingan SOC outsource dan tim internal.

SOC as a Service: Monitoring Keamanan 24/7
SOC as a Service: Monitoring Keamanan 24/7
BUTUH BANTUAN? Petakan celah keamanan Anda sebelum audit klien dimulai. Minta penawaran

SOC as a Service adalah layanan monitoring dan operasi keamanan siber yang memungkinkan perusahaan mendapatkan pemantauan ancaman secara berkelanjutan tanpa membangun tim Security Operations Center internal sendiri. Layanan ini cocok untuk perusahaan yang belum memiliki tim keamanan 24/7, tetapi membutuhkan deteksi, analisis, eskalasi, dan respons terhadap insiden secara konsisten.

Poin Penting

  • SOC as a Service membantu perusahaan memperoleh kemampuan monitoring keamanan tanpa harus membangun SOC internal dari awal.
  • Layanan SOC menggabungkan teknologi monitoring seperti SIEM dengan analisis dan pengambilan keputusan oleh security analyst.
  • SkyCyber menggunakan Cybrion sebagai platform SIEM & Security Operations untuk mengelola log, threat intelligence, dan respons insiden.
  • Monitoring dapat mencakup pengumpulan log, korelasi event, deteksi anomali, triase, eskalasi, hingga dukungan respons insiden.
  • Biaya layanan dipengaruhi oleh jumlah sumber log atau aset, tingkat SLA respons, serta cakupan jam monitoring.

Kenapa Memilih SkyCyber untuk Layanan Ini?

Membangun kemampuan SOC membutuhkan kombinasi antara teknologi, manusia, proses, dan monitoring yang konsisten. Perusahaan tidak cukup hanya memasang SIEM karena data keamanan tetap membutuhkan korelasi, analisis, validasi, dan pengambilan keputusan.

SkyCyber mengembangkan Cybrion, platform SIEM & Security Operations yang dirancang untuk menyatukan log management, threat intelligence, dan automated incident response dalam satu dashboard. Platform tersebut ditujukan untuk mendukung tim SOC yang membutuhkan visibilitas keamanan dan respons yang cepat.

Cybrion sebagai Fondasi Monitoring

Cybrion dapat digunakan sebagai lapisan teknologi untuk mengumpulkan dan mengelola event keamanan dari berbagai sumber. Dengan pendekatan terpusat, data keamanan dapat dianalisis untuk membantu mengidentifikasi pola yang tidak biasa dan indikasi ancaman.

Penggunaan platform SIEM menjadi penting karena perusahaan modern biasanya memiliki banyak sumber data, mulai dari server, firewall, endpoint, cloud, aplikasi, database, hingga perangkat jaringan. Tanpa sentralisasi, security team akan lebih sulit menghubungkan event yang terjadi di berbagai sistem.

Respons Keamanan 24/7

SkyCyber menyatakan menyediakan respons insiden 24/7 dan melayani organisasi di seluruh Indonesia, baik secara remote maupun on-site. Pendekatan ini membantu perusahaan yang tidak memiliki personel keamanan yang dapat melakukan monitoring sepanjang waktu.

Dalam implementasi SOC as a Service, cakupan dan waktu respons sebaiknya dituangkan secara jelas dalam SLA. Hal tersebut mencakup definisi severity, jalur eskalasi, target waktu respons, serta pihak yang memiliki kewenangan mengambil tindakan.

Teknologi dan Human Analyst

Monitoring keamanan yang efektif membutuhkan kombinasi otomatisasi dan keahlian manusia. Sistem dapat membantu mengolah volume event yang besar, sedangkan analis manusia melakukan validasi, menentukan konteks, dan menilai apakah sebuah alert merupakan aktivitas normal, false positive, atau indikasi serangan.

SkyCyber juga menyatakan memiliki tim dengan sertifikasi keamanan internasional seperti CEH, OSCP, CISSP, dan ISO 27001. Pendekatan ini mendukung proses analisis keamanan yang tidak hanya bergantung pada automated detection.

Metodologi & Tahapan Proses

SOC as a Service bekerja sebagai proses berkelanjutan. Fokusnya bukan hanya menghasilkan alert, tetapi mengubah data keamanan menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil tindakan.

1. Pengumpulan Log Lintas Sistem

Tahap awal adalah menentukan sumber data yang akan dimonitor. Bergantung pada arsitektur perusahaan, sumber tersebut dapat mencakup:

  • Firewall dan network security devices.
  • Server dan operating system.
  • Endpoint.
  • Cloud infrastructure.
  • Web application dan API.
  • Database.
  • Identity dan authentication system.
  • Email security system.
  • VPN dan remote access.

Log kemudian diarahkan ke sistem monitoring agar dapat dikumpulkan dan dianalisis secara terpusat.

2. Korelasi Event dan Deteksi Anomali

SIEM berfungsi menghubungkan event dari berbagai sumber. Satu event mungkin terlihat normal jika dianalisis secara terpisah, tetapi dapat menjadi indikator ancaman ketika dikombinasikan dengan event lainnya.

Contohnya, aktivitas login dari lokasi tidak biasa dapat dikorelasikan dengan percobaan login berulang, perubahan privilege, dan aktivitas akses terhadap resource sensitif. Korelasi semacam ini membantu analyst mendapatkan konteks yang lebih lengkap.

3. Triase oleh Security Analyst

Alert yang dihasilkan sistem perlu ditriase untuk menentukan prioritas dan validitasnya. Analyst mengevaluasi konteks alert, sumber aktivitas, user atau endpoint yang terlibat, pola serangan, serta potensi dampak terhadap bisnis.

Triase membantu mengurangi alert fatigue, yaitu kondisi ketika analyst menerima terlalu banyak alert sehingga sulit menentukan kejadian mana yang benar-benar membutuhkan perhatian segera.

4. Eskalasi Insiden

Jika sebuah alert dikategorikan sebagai insiden yang membutuhkan tindakan, kasus dapat dieskalasikan sesuai severity dan prosedur yang disepakati dalam SLA.

Eskalasi dapat mencakup pemberitahuan kepada security team, IT, system owner, manajemen, atau pihak lain yang memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan mitigasi.

5. Respons dan Validasi

Tahap berikutnya adalah mendukung proses respons terhadap insiden. Tindakan dapat berbeda berdasarkan jenis serangan dan kewenangan yang diberikan kepada penyedia SOC.

Contohnya dapat berupa investigasi lebih lanjut, rekomendasi isolasi endpoint, pemeriksaan akun yang terkompromi, pemblokiran indikator tertentu, atau koordinasi dengan tim internal perusahaan.

6. Reporting dan Continuous Improvement

Setelah insiden ditangani, hasil monitoring dapat digunakan untuk menyusun laporan dan melakukan evaluasi. Tujuannya adalah memastikan perusahaan tidak hanya menangani insiden saat ini, tetapi juga meningkatkan kemampuan deteksi untuk ancaman berikutnya.

Cakupan Layanan dan Deliverables

Output SOC as a Service perlu disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan SLA yang disepakati. Beberapa deliverables yang dapat menjadi bagian dari layanan antara lain:

Laporan Eksekutif

Laporan eksekutif menyajikan kondisi keamanan dalam bahasa yang mudah dipahami manajemen. Isinya dapat mencakup tren alert, insiden prioritas, kategori ancaman, status penanganan, serta rekomendasi strategis.

Temuan Teknis dengan Skor Risiko

Temuan teknis dapat disusun berdasarkan tingkat risiko dan dampaknya terhadap sistem. Pendekatan ini membantu tim IT menentukan prioritas remediasi.

Bukti atau PoC Bila Relevan

Untuk insiden atau temuan tertentu, laporan dapat dilengkapi bukti aktivitas yang relevan. Bukti tersebut membantu security team memahami bagaimana aktivitas mencurigakan terdeteksi dan mengapa alert tersebut perlu ditindaklanjuti.

Rekomendasi Remediasi

Rekomendasi dapat mencakup tindakan teknis maupun prosedural, seperti perubahan konfigurasi, penguatan authentication, patching, isolasi endpoint, pengaturan akses, atau investigasi lanjutan.

Sesi Konsultasi Lanjutan

Konsultasi membantu perusahaan memahami hasil monitoring dan menentukan tindakan lanjutan. Untuk organisasi yang belum memiliki security team besar, sesi ini juga dapat membantu menerjemahkan temuan teknis menjadi prioritas keamanan yang lebih mudah diterapkan.

Kisaran Biaya / Estimasi

Biaya SOC as a Service tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan jumlah karyawan. Kompleksitas infrastruktur dan volume data yang harus dimonitor biasanya menjadi faktor penting dalam menentukan scope.

Variabel Pengaruh terhadap Estimasi
Jumlah sumber log Semakin banyak sumber seperti firewall, server, endpoint, cloud, dan aplikasi yang diintegrasikan, semakin kompleks kebutuhan monitoring.
Jumlah aset Jumlah endpoint, server, aplikasi, perangkat jaringan, dan aset lain yang dimonitor dapat memengaruhi workload monitoring.
Volume log Volume event yang tinggi membutuhkan kapasitas ingest, storage, processing, serta analisis yang lebih besar.
Tingkat SLA respons Target waktu respons dan severity level yang disepakati akan memengaruhi desain layanan serta kebutuhan operasional.
Cakupan jam operasional Monitoring business hours dan monitoring 24/7 memiliki kebutuhan operasional yang berbeda.
Kebutuhan respons Apakah layanan hanya melakukan monitoring dan notifikasi atau juga mendukung proses incident response akan memengaruhi scope.

Karena kebutuhan setiap perusahaan berbeda, estimasi sebaiknya dibuat setelah dilakukan scoping terhadap aset, sumber log, kebutuhan monitoring, SLA, dan prosedur eskalasi. Pendekatan ini lebih akurat dibanding menggunakan satu harga standar untuk semua perusahaan.

Studi Kasus & Industri yang Relevan

SOC as a Service sangat relevan untuk organisasi yang memiliki aktivitas digital tinggi dan membutuhkan deteksi ancaman di luar jam kerja.

Sektor Keuangan

Perusahaan finansial menangani data sensitif dan aktivitas transaksi yang berlangsung sepanjang hari. Perubahan login, akses tidak biasa, aktivitas privilege, atau pola jaringan tertentu dapat menjadi indikator yang perlu dianalisis secara cepat.

SOC membantu menyediakan monitoring berkelanjutan sehingga perusahaan tidak hanya bergantung pada jam kerja security team internal.

E-Commerce dengan Traffic Tinggi

Platform e-commerce dapat mengalami traffic tinggi, terutama pada periode promosi. Infrastruktur yang aktif sepanjang hari membuat monitoring keamanan di luar jam kantor menjadi penting.

Skenario yang perlu diperhatikan antara lain credential abuse, suspicious login, serangan terhadap aplikasi web, penyalahgunaan API, malware pada endpoint, dan aktivitas jaringan yang tidak biasa.

Perusahaan Menengah Tanpa SOC Internal

Perusahaan skala menengah mungkin sudah memiliki IT team, tetapi belum memiliki security analyst yang dapat melakukan monitoring dan triase 24/7.

Dalam kondisi tersebut, SOC as a Service dapat menjadi alternatif untuk memperoleh kemampuan monitoring keamanan tanpa harus langsung membangun seluruh struktur SOC internal.

SOC as a Service vs Membangun Tim SOC Internal Sendiri

Membangun SOC internal memberikan kontrol yang besar, tetapi membutuhkan investasi teknologi, rekrutmen tenaga ahli, pengembangan proses, dan operasional yang berkelanjutan. Sementara itu, SOC as a Service memungkinkan perusahaan memanfaatkan kapabilitas keamanan dari penyedia eksternal.

Aspek SOC as a Service SOC Internal
Investasi awal Cenderung lebih rendah karena perusahaan menggunakan kapabilitas dan platform penyedia. Membutuhkan investasi teknologi, infrastruktur, SDM, dan proses.
SDM Menggunakan tim security provider sesuai scope layanan. Perusahaan harus merekrut dan mempertahankan analyst sendiri.
Monitoring 24/7 Dapat disediakan sesuai SLA layanan. Perusahaan perlu membangun sistem shift dan coverage sendiri.
Teknologi Memanfaatkan platform dan infrastruktur provider. Perusahaan bertanggung jawab atas pemilihan, implementasi, dan pemeliharaan teknologi.
Kontrol Kontrol operasional dibagi berdasarkan scope dan SLA. Kontrol internal lebih besar.
Skalabilitas Dapat disesuaikan dengan perubahan kebutuhan layanan. Membutuhkan penyesuaian SDM dan infrastruktur internal.

Secara sederhana, SOC internal dapat menjadi pilihan bagi organisasi dengan kebutuhan keamanan yang sangat besar dan sumber daya yang memadai. Sebaliknya, SOC as a Service dapat menjadi alternatif praktis bagi perusahaan yang membutuhkan monitoring berkelanjutan tanpa membangun seluruh kemampuan tersebut dari nol.

Perusahaan juga perlu memahami perbedaan antara teknologi SIEM dan fungsi SOC. SIEM adalah salah satu komponen teknologi yang membantu mengumpulkan dan menganalisis event, sedangkan SOC mencakup manusia, proses, monitoring, triase, eskalasi, dan respons. Pembahasan lebih lanjut mengenai hubungan keduanya dapat diarahkan ke artikel cluster SIEM vs SOC.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa bedanya SOC dan SIEM?

SIEM adalah teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menghubungkan, dan menganalisis event keamanan. Sementara itu, SOC merupakan fungsi operasional keamanan yang mencakup teknologi, manusia, proses monitoring, analisis, triase, eskalasi, dan respons insiden.

Dengan kata lain, SIEM dapat menjadi bagian dari infrastruktur SOC, tetapi memiliki SIEM saja tidak otomatis berarti perusahaan sudah memiliki SOC.

Berapa lama waktu respons SOC SkyCyber terhadap insiden terdeteksi?

Target waktu respons bergantung pada severity insiden dan SLA yang disepakati pada scope layanan. Karena kebutuhan setiap organisasi berbeda, waktu respons sebaiknya ditentukan secara eksplisit dalam SLA, termasuk kategori severity, jalur eskalasi, dan pihak yang perlu dihubungi.

SkyCyber menyatakan menyediakan respons insiden 24/7. Untuk target waktu respons spesifik, perusahaan dapat mendiskusikannya ketika proses scoping dan penyusunan penawaran.

Apakah SOC as a Service cocok untuk perusahaan skala menengah?

Ya. SOC as a Service dapat menjadi pilihan bagi perusahaan menengah yang sudah memiliki infrastruktur digital cukup kompleks tetapi belum mempunyai tim keamanan internal yang mampu melakukan monitoring sepanjang waktu.

Layanan dapat dirancang berdasarkan aset, sumber log, tingkat risiko, jam monitoring, dan kebutuhan respons perusahaan.

Apa itu Cybrion?

Cybrion adalah platform SIEM & Security Operations milik SkyCyber. SkyCyber menjelaskan bahwa platform ini menyatukan log management, threat intelligence, dan automated incident response dalam satu dashboard untuk mendukung kebutuhan SOC dan visibilitas keamanan.

Apakah data log perusahaan aman saat dipantau pihak ketiga?

Keamanan data log harus menjadi bagian dari desain layanan dan perjanjian antara perusahaan dengan penyedia SOC. Perusahaan sebaiknya memastikan terdapat pengaturan mengenai akses, enkripsi, retensi data, lokasi penyimpanan, hak akses analyst, logging aktivitas, serta prosedur penghapusan data.

SkyCyber menyatakan menyediakan NDA sebelum scoping, sehingga aspek kerahasiaan dapat dibahas sejak tahap awal sebelum layanan dirancang.

Kesimpulan & Konsultasi Gratis

SOC as a Service memberikan alternatif bagi perusahaan yang membutuhkan monitoring keamanan berkelanjutan tanpa harus membangun SOC internal secara penuh. Layanan ini menggabungkan teknologi seperti SIEM dengan proses monitoring, analisis, triase, eskalasi, dan dukungan respons insiden.

SkyCyber menggunakan Cybrion sebagai platform SIEM & Security Operations, didukung tim keamanan bersertifikasi dan kemampuan respons insiden 24/7. SkyCyber juga menyatakan melayani berbagai sektor seperti finansial, e-commerce, teknologi, kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan di seluruh Indonesia.

Untuk perusahaan yang belum memiliki tim SOC internal, langkah pertama adalah melakukan scoping terhadap aset, sumber log, volume event, kebutuhan monitoring, tingkat SLA, dan prosedur eskalasi.

Jika perusahaan Anda membutuhkan monitoring keamanan berkelanjutan, konsultasikan kebutuhan tersebut dengan tim SkyCyber melalui halaman Platfrom SkyCyber atau kanal konsultasi resmi untuk mendapatkan pembahasan scope dan estimasi yang sesuai dengan kondisi infrastruktur Anda.

FAQPage Schema

Bagian FAQ di atas dapat digunakan sebagai dasar implementasi FAQPage structured data. Pastikan structured data hanya merepresentasikan pertanyaan dan jawaban yang benar-benar ditampilkan pada halaman artikel.

DITULIS OLEH

SkyCyber Team

Cybersecurity Research & Content

BULETIN JURNAL

Satu email sebulan, isinya temuan nyata dari lapangan

Ringkasan artikel baru, celah yang sedang ramai dimanfaatkan, dan catatan regulasi yang berdampak pada bisnis Anda. Tanpa spam.

BISA BERHENTI KAPAN SAJA
WHATSAPP